TEKS ULASAN FILM A MAN CALLED AHOK

 

Disusun Oleh:

Jeremy Christian Pranoto, XI MIPA/10

Hal: Tugas Menyusun Teks Ulasan Bahasa Indonesia

Sumber: https://www.bilibili.tv


A.  A.    Identitas Film:

Judul Film: A Man Called Ahok

Sutradara: Putrama Tuta

Perusahaan Produksi: The United Team of Art

Tanggal Rilis: 8 November 2018

Durasi: 102 menit

Pemeran:

1.      Daniel Mananta (Ahok)

2.      Kin Wah Kunyah ( Tjung Kim Nam)

3.      Eric Febrian (Ahok Remaja)

4.      Denny Sumargo (Tjung Kim Nam Muda)

5.      Sita Nursanti (Buniarti Ningsih)

6.      Eriska Rein (Buniarti Ningsih Muda)

 

 

 

 

B.     Orientasi

Film “A Man Called Ahok” merupakan sebuah film yang diadaptasi dari sebuah buku yang berjudul sama dengan filmnya karya milik Rudi Valinka. Film yang rilis pada 8 November 2018 ini mengisahkan tentang didikan dari seorang ayah dalam membentuk karakter seorang Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama. Film ini dibintangi oleh para Bintang terkenal seperti Daniel Mananta, Denny Sumargo, Jill Gladys dan masih banyak lagi.

 

C.     Tafsiran

Film A Man Called Ahok ini lebih berfokus pada masa kecil Ahok yang didik oleh ayahnya dalam membentuk karakter Ahok dan adik – adiknya. Ayah Ahok yaitu Tjung Kim Nam merupakan pengusaha timah. Kim Nam dikenal sebagai seseorang yang suka membantu dan berbagi kepada Masyarakat dan orang sekitar. Hal – hal seperti itulah yang ditanamkan pada Ahok dan adik – adiknya. Konflik pun mulai muncul Ketika adanya korupsi dalam usaha milik Kim Nam, yang membuat bisnisnya perlahan mulai mengalami kemunduran.

 

Sehingga hal tersebut membuat kehidupan Ahok menjadi serba kesulitan karena adanya korupsi dalam usaha ayahnya. Berbagai konflik juga terjadi, seperti perdebatan antara Ahok dan ayahnya, yang Dimana Ahok tidak ingin menjadi seorang dokter dan lebih mengambil jalan lain. Ahok pun mengikuti jejak ayahnya dalam menjalankan usaha pertambangan seperti Ayahnya. Ia juga mengalami oknum pejabat yang sama seperti dihadapi ayahnya dahulu. Waktu terus berjalan hingga Kesehatan Kim Nam semakin memburuk dan meninggal dunia. Ahok bertekad untuk menjadi seorang pemimpin karena mengingat pesan ayahnya. Ia pun mencalonkan diri sebagai bupati Belitung Timur. Ahok bertekad untuk memberatas oknum – oknum yang melakukan korupsi. Dalam usahanya tersebut, juga ada oknum oknum yang ingin menjatuhkan dirinya. Tetapi Ahok tetap berpegang teguh pada tekad dan nasehat Ayahnya.

 

Film “A Man Called Ahok”  memiliki beberapa keunikan di dalamnya. Film ini menceritakan kisah Kim Nam sebagai seorang ayah dalam mebentuk dan mendidik karakter dalam diri seorang Ahok dan adik – adiknya. A Man Called Ahok memiliki beberapa keunikan yang membedakan dengan film kisah nyata lainnya, yaitu:

·         Penggunaan Kebahasaan. Dalam naskah dialog film ini menggunakan kebahasaan Bahasa Khek, Bahasa Melayu, dan Bahasa Indonesia.

·         Kisah Kekeluargaan. Film ini mengajarkan pada kita bahwa keluarga merupakan sebuah rekan/tim yang tidak akan meninggalkan kita dan akan selalu mendukung kita.

·         Nilai Pendidikan Karakter. Film menunjukkan betapa pentingnya Pendidikan seorang orangtua khususnya seorang ayah. Film ini mengajarkan tentang nilai Pendidikan seperti penduli dengan sesama, bertanggung jawab, jujur, dan masih banyak lagi.

 

 

 

 

D.    Evaluasi

Film A Man Called Ahok sudah dikemas dengan sangat baik. Alur cerita yang disajikan juga tidak lambat dan juga tidak terlalu cepat. Sehingga membuat para penonton tidak bosan saat menontonnya. Film ini juga menggunakan kebahasaan Bahasa Tionghoa dan juga logat Belitung. Para actor juga sudah cukup baik dalam pengucapan kebahasaan tersebut meski di beberapa momen masih kaku, akan tetapi hal tersebut sudah cukup baik. Parak Aktor juga sudah sangat baik dalam mendalami dan memainkan peran mereka masing – masing. Seperti Daniel Mananta yang memerankan Ahok dengan cukup baik. Seperti cara meniru suara khas Ahok, gerak tubuh dan sebagainya.

 

E.     Rangkuman

Secara keseluruhan dari film ini telah dieksekusi dengan baik. Film ini juga layak ditonton bersama keluarga, teman, maupun orang terdekat. Karena film ini mengajarkan betapa pentingnya didikan dari orang tua khususnya seorang ayah dalam membentuk karakter dan jati diri seorang anak dan pentingnya dalam menjaga satu sama lain antar saudara. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKS ULASAN FILM MENJELANG AJAL

Resensi Film Exhuma